Kemoterapi:
Membantu Atau Memperparah….??
Halo teman-teman,
Tulisan ini saya persembahkan kepada
sahabat-sahabat saya yang sementara bergulat dengan penyakit kanker. Dimanapun
kalian berada, entah yang telah tiada, yang masih berusaha atau berjuang dan sudah
survive dari Kanker. Kalian semua adalah sahabat-sahabat saya. Suatu kebanggaan
untuk saya karena bisa berbagi untuk sahabat sekalian yang sudah sabar
menjalani ujian dari Tuhan. Apapun keadaannya tetap semangat dan tetap berusaha
karena setiap kejadian dalam hidup kita adalah keputusan dari Yang Maha Kuasa.
“Kemoterapi“,
mungkin istilah ini sering terdengar oleh kita, baik melalui omongan
orang-orang di sekitar kita ataupun dari media elektronik, televisi misalnya.
Terlebih ketika ada artis yang menjalani terapi kemo ini, wah pasti banyak yang
ingin tahu sebenarnya apa itu kemoterapi?
Apa itu Kemoterapi?
Kemoterapi adalah salah satu prosedur perawatan
yang paling umum diberikan untuk kanker. Terapi ini mengandalkan kemampuan dari
obat-obat khusus untuk menghancurkan sel-sel kanker yang menyerang tubuh. Obat
tesebut bekerja dengan memperlambat maupun menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Terapi
kanker dengan operasi dan radiasi akan membunuh, atau merusak sel-sel kanker
pada daerah tertentu saja pada tubuh, sedangkan kemo dapat mencapai seluruh
area tubuh. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar atau
metastase, di mana kanker sudah menyebar jauh dari asal tumornya (tumor
primer).
Jenis-jenis kanker yang cukup banyak dijumpai
di Indonesia adalah : kanker
leher rahim (kanker serviks), kanker payudara, penyakit Trofoblas ganas, kanker
kulit, kanker nasofaring, kanker paru, kanker hati, kanker kelenjar getah
bening (Limfoma Malignum), kanker usus besar dan kanker darah (Leukemia).
Untuk masing-masing jenis kanker ada regimen
kemoterapinya sendiri.
Di bawah ini adalah daftar beberapa obat yang sering diberikan dalam regimen kemoterapi.
1. Cyclophosphamide (Cytoxan)
2. Doxorubicin (Adriamycin) atau Epirubicin (Ellence)
3. 5-fluorouracil (Adrucil)
4. Methotrexate (Rheumatrex)
5. Paclitaxel (Taxol) atau Docetaxel (Taxotere)
Di bawah ini adalah daftar beberapa obat yang sering diberikan dalam regimen kemoterapi.
1. Cyclophosphamide (Cytoxan)
2. Doxorubicin (Adriamycin) atau Epirubicin (Ellence)
3. 5-fluorouracil (Adrucil)
4. Methotrexate (Rheumatrex)
5. Paclitaxel (Taxol) atau Docetaxel (Taxotere)
Tujuan
Kemoterapi
Tergantung
pada jenis kanker dan stadiumnya, tujuan kemoterapi adalah untuk:
·
Menyembuhkan
kanker secara menyeluruh.
·
Mencegah
kanker agar tidak menyebar.
·
Memperlambat
pertumbuhan kanker itu sendiri.
·
Membunuh
sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian lainnya.
·
Meredakan
atau menguragi gejala yang disebabkan oleh kanker.
Jadi,
bukan berarti bahwa ketika menjalani kemoterapi, maka semua tujuan di atas
dapat terpenuhi, karena akan sangat bervariasi tergantung jenis dan stadium
kanker.
Jenis-Jenis Kemoterapi
Berikut adalah
jenis kemoterapi:
a) Kemoterapi kuratif, yaitu pengobatan
kemoterapi yang ditujukan untuk membasmi serta menghancurkan semua sel kanker
yang ada di dalam tubuh. Biasanya dilakukan ketika di awal pengobatan dan
terkadang menjadi satu-satunya jenis pengobatan yang dilakukan.
b) Kemoterapi adjuvan adalah kemoterapi yang
biasa dilakukan setelah melakukan pengobatan kanker lainnya, seperti operasi
atau radiasi. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang
mungkin masih tertinggal dan belum bisa diatasi oleh pengobatan sebelumnya.
c) Kemoterapi neoadjuvan, yaitu kemoterapi yang
diberikan pada pasien sebelum mereka melakukan pengobatan lain. Hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi sel kanker atau mengurangi ukuran tumor yang ada,
sehingga mudah untuk melakukan pengangkatan tumor ketika operasi.
d) Kemoterapi paliatif, merupakan jenis kemoterapi
yang diberikan pada pasien yang mengalami kanker dengan stadium lanjut. Tujuan
dari kemoterapi paliatif adalah meringankan gejala yang ditimbulkan sel kanker,
menghambat perkembangan sel kanker, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efek Samping Kemoterapi
Efek
samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan
membedakan sel kanker yang berkembang pesat dengan sel sehat yang secara normal
juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel
yang ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif. Berikut
adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:
a. Rasa Sakit
Nyeri yang sering terjadi pada saat
melakukan Kemoterapi adalah sakit kepala, nyeri otot, sakit perut dan nyeri
akibat kerusakan saraf (misalnya, rasa terbakar). Rasa nyeri biasanya berkurang
seiring waktu. Namun, pada beberapa pasien yang mengalami kerusakan saraf permanen,
yang menyebabkan rasa sakit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun selama
pengobatan.
b. Sariawan dan Luka Pada Tenggorokan
Kemoterapi dapat merusak sel-sel di
mulut dan tenggorokan karena jenis sel yang ada di mulut dan
tenggorokan/kerongkongan adalah jenis sel yang tumbuh, berkembang dan berganti
dengan cepat, dan obat-obat kemoterapi mudah merusak sel-sel jenis ini, maka daerah
mulut dan tenggorokan/kerongkongan menjadi mudah luka atau kering. Hal ini akan
menyebabkan luka yang disebut Mukositis. Sebelum melakukan kemoterapi sebaiknya
lakukan pemeriksaan gigi. Gigi harus dibersihakan sebelum dan sesudah melakukan
kemoterapi menggunakan sikat gigi yang berbahan lunak dan hindari obat kumur
berbahan alcohol tinggi.
c. Diare
Beberapa obat kemoterapi dapat
menyebabkan diare. Hal ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan agar
terhindar dari dehidrasi (kehilangan cairan dalam tubuh).
d. Mual/Muntah
Efek samping yang sering dijumpai
dalam pemberian obat kemoterapi adalah mual/muntah. Hal ini bias terjadi beberapa saat setelah
kemoterapi, atau sehari sesudah kemoterapi bahkan lebih. Solusi yang biasa
diberikan oleh dokter adalah dengan
pemberian obat anti mual/muntah (golongan anti emetic) sebelum atau sesudah
kemoterapi atau pada saat kemoterapi berlangsung.
e. Kelainan Darah
Sumsum tulang adalah jaringan spons
yang membuat sel-sel darah baru. Kemoterapi mempengaruhi proses ini sehingga pasien
mungkin memiliki efek samping yaitu memiliki terlalu sedikit sel darah. Sel darah
merah bertanggung jawab membawa oksigen keseluruh bagian tubuh agar tubuh tidak
mengalami kekurangan sel darah merah. Apabila tubuh kekurangan sel darah merah
akan mengakibatkan kelelahan, pusing dan lesu.
f. Rambut Rontok (Aloecia atau Kebotakan)
Sel-sel folikel rambut adalah salah
satu sela yang membelah dengan cepat dalam tubuh. Selama pengobatan, rambut
bisa saja menipis atau rontok sama sekali, bergantung pada obat anti-kanker apa
yang di berikan. Alis, bulu mata dan rambut di bagian tubuh lain juga bisa
rontok. Rambut akan tumbuh kembali begitu pengobatan berakhir. Rambut yang baru
saja tumbuh sesudah kemoterapi selesai, biasanya mempunyai tekstur dan warna
yang lain dari rambut sebelum kemoterapi.Selama pengobatan, jika rambut tidak
rontok sama sekali dan hanya menipis, gunakan shampoo yang lembut, sisir yang
halus dan atur pengering rambut yang digunakan pada panas yang paling rendah.
Beberapa perempuan memilih untuk memotong pendek rambutnya menjelang
kemoterapi, agar supaya merasa lebih baik dengan merasa mengontrol keadaan yang
dihadapi. Jika memillih memakai rambut palsu (wig), kebih baik disiapkan
sebelum rangkaian kemoterapi dimulai, sehingga warna dan style wig bisa
disesuaikan dengan rambut asli.
g. Menapouse Dini
Kemoterapi dapat mengakibatkan
organ seksual pada pria maupun wanita. Obat-obat kemoterapi dapat menurunkan
jumlah sperma sehingga dapat menyebakan infertilitas sementara atau permanen. Pada
wanita obat kemoterapi dapat mempengaruhi ovarium dan hormone sehingga dapat
menyebabkan menapouse dini. Gejala lain yang timbul adalah vagina menjadi lebih
kering dari biasanya.Bagi mereka yang
sudah dekat dengan usia menopause (45 tahun atau lebih tua dari 45 tahun),
gejala-gejala ini bisa menetap. Sementara bagi mereka yang lebih muda,
gejala-gejala ini bisa hanya sementara, yang di tandai dengan kembalinya
menstruasi.
h. Mudah Terkena Infeksi
Orang yang sedang menjalani
kemoterapi rentan untuk terkena infeksi karena berkurangnya sel darah putih (leucopenia)
sehingga menyebabkan system kekebalan tubuh menurun. Sel darah putih adalah
pasukan pelawan bakteri atau kuman. Hal terjadi pada minggu kedua setelah kemo
dan dapat dilihat dengan pemeriksaan darah.Karena itu sebaiknya hindarkan
berdekatan dengan orang yang dengan sakit menular.Lebih sering mencuci tangan
dengan sabun bisa mencegah infeksi.Jika terluka, segera bersihkan luka dengan
air bersih/anti septik
i. Kuku Yang Rapuh
Beberapa jenis obat anti-kanker
dapat menyebabkan kerapuhan pada kuku jari tangan dan jari kaki.Kuku bisa mudah
pecah dan rusak, bahkan terasa sakit dan lalu lepas. Seperti rambut yang
rontok, masalah dengan kuku ini hanya sementara saja.
Jangan Takut Kemoterapi…..!!
Mengobati
penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi
kemoterapi. Sedapat mungkin untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan
resiko yang mengganggu proses pengobatan berjalan optimal. Kemoterapi merupakan
salah satu terapi standar untuk pasien kanker di hampir seluruh belahan dunia
yang sampai saat ini masih dilakukan karena dianggap dapat membuat pasien
kanker pulih dari penyakitnya. Sehingga, kemoterapi masih dianjurkan. Hanya yang
perlu dilakukan adalah penanganan efek samping yang timbul agar tidak
menurunkan status kesehatan pasien. Hal ini bias dibantu dengan asupan makanan
yang kuat, tidak kurang, serta mengkonsumsi makanan yang sehat untuk
memperkecil efek samping yang mungkin ditimbulkan dari kemoterapi. Efek samping
yang disebut diatas masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan manfaat
kemoterapi. Jadi, jangan takut untuk melakukan kemoterapi hanya karena takut
dengan efek samping timbul. Karena apabila semakin menunda untuk melakukan
kemoterapi, dapat menyebabkan sel kanker tumbuh semakin banyak daa ketika akan
akan dilakukan kemoterapi ternyata pasien sudah masuk dalam stadium lanjut
sehingga bias meminimalkan keberhasilan kemoterapi. Orang – orang cendrung
untuk mencari pengobatan alternatife dibanding kemoterapi tapi bagaimanapun
juga jika memutuskan untuk menggunakan pengobatan alternatife apakah bisa dijamin
keberhasilannya?
Jangan
takut kemoterapi. Kemoterapi tidak membunuhmu tetapi usaha menyelamatkan. Catatan
hidup kita sudah diselesaikan Yang Maha Kuasa sebelum kita hadir didunia ini. Mari
kita berusaha…..
Semoga…….!!
Sumber
bacaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar