Sabtu, 08 April 2017

Kemoterapi



Kemoterapi: Membantu Atau Memperparah….??


Halo teman-teman,
Tulisan ini saya persembahkan kepada sahabat-sahabat saya yang sementara bergulat dengan penyakit kanker. Dimanapun kalian berada, entah yang telah tiada, yang masih berusaha atau berjuang dan sudah survive dari Kanker. Kalian semua adalah sahabat-sahabat saya. Suatu kebanggaan untuk saya karena bisa berbagi untuk sahabat sekalian yang sudah sabar menjalani ujian dari Tuhan. Apapun keadaannya tetap semangat dan tetap berusaha karena setiap kejadian dalam hidup kita adalah keputusan dari Yang Maha Kuasa.
“Kemoterapi“, mungkin istilah ini sering terdengar oleh kita, baik melalui omongan orang-orang di sekitar kita ataupun dari media elektronik, televisi misalnya. Terlebih ketika ada artis yang menjalani terapi kemo ini, wah pasti banyak yang ingin tahu sebenarnya apa itu kemoterapi?

Apa itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah salah satu prosedur perawatan yang paling umum diberikan untuk kanker. Terapi ini mengandalkan kemampuan dari obat-obat khusus untuk menghancurkan sel-sel kanker yang menyerang tubuh. Obat tesebut bekerja dengan memperlambat maupun menghentikan pertumbuhan sel kanker. Terapi kanker dengan operasi dan radiasi akan membunuh, atau merusak sel-sel kanker pada daerah tertentu saja pada tubuh, sedangkan kemo dapat mencapai seluruh area tubuh. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar atau metastase, di mana kanker sudah menyebar jauh dari asal tumornya (tumor primer).
Jenis-jenis kanker yang cukup banyak dijumpai di Indonesia adalah : kanker leher rahim (kanker serviks), kanker payudara, penyakit Trofoblas ganas, kanker kulit, kanker nasofaring, kanker paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening (Limfoma Malignum), kanker usus besar dan kanker darah (Leukemia).
Untuk masing-masing jenis kanker ada regimen kemoterapinya sendiri.
Di bawah ini adalah daftar beberapa obat yang sering diberikan dalam regimen kemoterapi.
1. Cyclophosphamide (Cytoxan)
2. Doxorubicin (Adriamycin) atau Epirubicin (Ellence)
3. 5-fluorouracil (Adrucil)
4. Methotrexate (Rheumatrex)
5. Paclitaxel (Taxol) atau Docetaxel (Taxotere)
Tujuan Kemoterapi
Tergantung pada jenis kanker dan stadiumnya, tujuan kemoterapi adalah untuk:
·         Menyembuhkan kanker secara menyeluruh.
·         Mencegah kanker agar tidak menyebar.
·         Memperlambat pertumbuhan kanker itu sendiri.
·         Membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian lainnya.
·         Meredakan atau menguragi gejala yang disebabkan oleh kanker.
Jadi, bukan berarti bahwa ketika menjalani kemoterapi, maka semua tujuan di atas dapat terpenuhi, karena akan sangat bervariasi tergantung jenis dan stadium kanker.

Jenis-Jenis Kemoterapi
Berikut adalah jenis kemoterapi:
a)      Kemoterapi kuratif, yaitu pengobatan kemoterapi yang ditujukan untuk membasmi serta menghancurkan semua sel kanker yang ada di dalam tubuh. Biasanya dilakukan ketika di awal pengobatan dan terkadang menjadi satu-satunya jenis pengobatan yang dilakukan.
b)      Kemoterapi adjuvan adalah kemoterapi yang biasa dilakukan setelah melakukan pengobatan kanker lainnya, seperti operasi atau radiasi. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal dan belum bisa diatasi oleh pengobatan sebelumnya.
c)      Kemoterapi neoadjuvan, yaitu kemoterapi yang diberikan pada pasien sebelum mereka melakukan pengobatan lain. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi sel kanker atau mengurangi ukuran tumor yang ada, sehingga mudah untuk melakukan pengangkatan tumor ketika operasi.
d)      Kemoterapi paliatif, merupakan jenis kemoterapi yang diberikan pada pasien yang mengalami kanker dengan stadium lanjut. Tujuan dari kemoterapi paliatif adalah meringankan gejala yang ditimbulkan sel kanker, menghambat perkembangan sel kanker, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efek Samping Kemoterapi
Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif. Berikut adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:
a.    Rasa Sakit
Nyeri yang sering terjadi pada saat melakukan Kemoterapi adalah sakit kepala, nyeri otot, sakit perut dan nyeri akibat kerusakan saraf (misalnya, rasa terbakar). Rasa nyeri biasanya berkurang seiring waktu. Namun, pada beberapa pasien yang mengalami kerusakan saraf permanen, yang menyebabkan rasa sakit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun selama pengobatan.
b.    Sariawan dan Luka Pada Tenggorokan
Kemoterapi dapat merusak sel-sel di mulut dan tenggorokan karena jenis sel yang ada di mulut dan tenggorokan/kerongkongan adalah jenis sel yang tumbuh, berkembang dan berganti dengan cepat, dan obat-obat kemoterapi mudah merusak sel-sel jenis ini, maka daerah mulut dan tenggorokan/kerongkongan menjadi mudah luka atau kering. Hal ini akan menyebabkan luka yang disebut Mukositis. Sebelum melakukan kemoterapi sebaiknya lakukan pemeriksaan gigi. Gigi harus dibersihakan sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi menggunakan sikat gigi yang berbahan lunak dan hindari obat kumur berbahan alcohol tinggi.
c.    Diare
Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan diare. Hal ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan agar terhindar dari dehidrasi (kehilangan cairan dalam tubuh).
d.    Mual/Muntah
Efek samping yang sering dijumpai dalam pemberian obat kemoterapi adalah mual/muntah.  Hal ini bias terjadi beberapa saat setelah kemoterapi, atau sehari sesudah kemoterapi bahkan lebih. Solusi yang biasa diberikan oleh dokter  adalah dengan pemberian obat anti mual/muntah (golongan anti emetic) sebelum atau sesudah kemoterapi atau pada saat kemoterapi berlangsung.
e.    Kelainan Darah
Sumsum tulang adalah jaringan spons yang membuat sel-sel darah baru. Kemoterapi mempengaruhi proses ini sehingga pasien mungkin memiliki efek samping yaitu memiliki terlalu sedikit sel darah. Sel darah merah bertanggung jawab membawa oksigen keseluruh bagian tubuh agar tubuh tidak mengalami kekurangan sel darah merah. Apabila tubuh kekurangan sel darah merah akan mengakibatkan kelelahan, pusing dan lesu.
f.     Rambut Rontok (Aloecia atau Kebotakan)
Sel-sel folikel rambut adalah salah satu sela yang membelah dengan cepat dalam tubuh. Selama pengobatan, rambut bisa saja menipis atau rontok sama sekali, bergantung pada obat anti-kanker apa yang di berikan. Alis, bulu mata dan rambut di bagian tubuh lain juga bisa rontok. Rambut akan tumbuh kembali begitu pengobatan berakhir. Rambut yang baru saja tumbuh sesudah kemoterapi selesai, biasanya mempunyai tekstur dan warna yang lain dari rambut sebelum kemoterapi.Selama pengobatan, jika rambut tidak rontok sama sekali dan hanya menipis, gunakan shampoo yang lembut, sisir yang halus dan atur pengering rambut yang digunakan pada panas yang paling rendah. Beberapa perempuan memilih untuk memotong pendek rambutnya menjelang kemoterapi, agar supaya merasa lebih baik dengan merasa mengontrol keadaan yang dihadapi. Jika memillih memakai rambut palsu (wig), kebih baik disiapkan sebelum rangkaian kemoterapi dimulai, sehingga warna dan style wig bisa disesuaikan dengan rambut asli.
g.    Menapouse Dini
Kemoterapi dapat mengakibatkan organ seksual pada pria maupun wanita. Obat-obat kemoterapi dapat menurunkan jumlah sperma sehingga dapat menyebakan infertilitas sementara atau permanen. Pada wanita obat kemoterapi dapat mempengaruhi ovarium dan hormone sehingga dapat menyebabkan menapouse dini. Gejala lain yang timbul adalah vagina menjadi lebih kering dari biasanya.Bagi mereka yang sudah dekat dengan usia menopause (45 tahun atau lebih tua dari 45 tahun), gejala-gejala ini bisa menetap. Sementara bagi mereka yang lebih muda, gejala-gejala ini bisa hanya sementara, yang di tandai dengan kembalinya menstruasi.
h.    Mudah Terkena Infeksi
Orang yang sedang menjalani kemoterapi rentan untuk terkena infeksi karena berkurangnya sel darah putih (leucopenia) sehingga menyebabkan system kekebalan tubuh menurun. Sel darah putih adalah pasukan pelawan bakteri atau kuman. Hal terjadi pada minggu kedua setelah kemo dan dapat dilihat dengan pemeriksaan darah.Karena itu sebaiknya hindarkan berdekatan dengan orang yang dengan sakit menular.Lebih sering mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah infeksi.Jika terluka, segera bersihkan luka dengan air bersih/anti septik
i.     Kuku Yang Rapuh
Beberapa jenis obat anti-kanker dapat menyebabkan kerapuhan pada kuku jari tangan dan jari kaki.Kuku bisa mudah pecah dan rusak, bahkan terasa sakit dan lalu lepas. Seperti rambut yang rontok, masalah dengan kuku ini hanya sementara saja.

Jangan Takut Kemoterapi…..!!
Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Sedapat mungkin untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan resiko yang mengganggu proses pengobatan berjalan optimal. Kemoterapi merupakan salah satu terapi standar untuk pasien kanker di hampir seluruh belahan dunia yang sampai saat ini masih dilakukan karena dianggap dapat membuat pasien kanker pulih dari penyakitnya. Sehingga, kemoterapi masih dianjurkan. Hanya yang perlu dilakukan adalah penanganan efek samping yang timbul agar tidak menurunkan status kesehatan pasien. Hal ini bias dibantu dengan asupan makanan yang kuat, tidak kurang, serta mengkonsumsi makanan yang sehat untuk memperkecil efek samping yang mungkin ditimbulkan dari kemoterapi. Efek samping yang disebut diatas masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan manfaat kemoterapi. Jadi, jangan takut untuk melakukan kemoterapi hanya karena takut dengan efek samping timbul. Karena apabila semakin menunda untuk melakukan kemoterapi, dapat menyebabkan sel kanker tumbuh semakin banyak daa ketika akan akan dilakukan kemoterapi ternyata pasien sudah masuk dalam stadium lanjut sehingga bias meminimalkan keberhasilan kemoterapi. Orang – orang cendrung untuk mencari pengobatan alternatife dibanding kemoterapi tapi bagaimanapun juga jika memutuskan untuk menggunakan pengobatan alternatife apakah bisa dijamin keberhasilannya?
Jangan takut kemoterapi. Kemoterapi tidak membunuhmu tetapi usaha menyelamatkan. Catatan hidup kita sudah diselesaikan Yang Maha Kuasa sebelum kita hadir didunia ini. Mari kita berusaha…..
Semoga…….!!


Sumber bacaan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penggolongan Obat Halo teman-teman,  Berbicara mengenai Penggolongan Obat mungkin sudah tak asing lagi. Mulai dari Golongan Obat B...