Sekilas Tentang HIV dan
AIDS
Halo
teman-teman….
Sudah lama
saya tidak memposting tulisan di blog ini. Saya sedikit sibuk menyelesaikan
beberapa tugas pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Semoga teman-teman sekalian
dalam keadaan sehat ya…..!!
Nah, berikut
saya ingin membagi sedikit tulisan saya tentang HIV dan AIDS. Kenapa saya
memilih topic tentang HIV/AIDS….? Akhir-akhir ini ditempat tugas saya lagi nge-trend pembicaraan masyarakat tentang
penyakit ini. Sering muncul pertanyaan-pertanyaan seputar HIV/AIDS sehingga
menarik minat saya untuk berbagi. HIV/AIDS sudah begitu terkenal dan menjadi
bahan pembicaraan dimana-mana. Entah itu di televisi, radio maupun Koran-koran.
Kalau dikalangan masyarakat tempat saya bertugas biasanya dikenal dengan nama
virus yang diakibatkan oleh hubungan seks bebas atau penyakit yang belum ada
obatnya jika ditanya ke masyarakat.
Apa itu HIV…??
HIV (Human
Immunodeficiency Virus). Human; virus ini hanya menyebar dan berkembang pada
tubuh manusia. Immunedeficiency; penurunan system kekebalan tubuh manusia.
Virus; sifatnya bereproduksi atau memperbanyak dirinya dengan cara mengambil
alih sebuah sel dalam tubuh yang menginfeksinya. HIV menyerang system kekebalan
tubuh dengan menghancurkan sel-sel penting yang bertugas melawan penyakit. Tubuh
yang system kekebalannya melemah tidak dapat melindungi diri dari penyakit.
Jadi, HIV
adalah virus yang menyerang sel darah putih didalam tubuh (limfosit) yang
mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya
terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun,
orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan
hubungan seks beresiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.
Apa itu AIDS…??
AIDS
(Acquired Immuno Deficiency Syndrome) Acquired dalam bahasa inggris artinya “diperoleh”.
AIDS bukanlah suatu penyakit yang diwariskan. Seperti layaknya penyakit yang
terbawa genetis seperti penyakit jantung, talasemia dan lainnya melainkan
kondisi seseorang saat seluruh system kekebalannya telah menjadi sangat lemah.
Immuno; system kekebalan tubuh manusia termasuk semua organ dan sel yang
bekerja melawan infeksi dan penyakit. Deficiency; Kurang. Syndrome; kumpulan
gejala. Jadi, AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena
menurunnya system kekebalan tubuh.
Bagaimana Perjalanan HIV Didalam
Tubuh?
Tubuh kita
memiliki sel CD4+ yaitu salah 1 dari dua bagian utama sel darah putih yang
bertugas menjaga system kekebalan tubuh agar bekerja dengan semestinya dalam
melawan berbagai macam infeksi atau penyakit. Tanpa sel CD4+, tubuh menjadi
lemah dan kehilangan benteng pertahanan terhadap infeksi atau serangan penyakit
lainnya. Tahapan penyerangannya sebagai berikut: HIV menginfeksi tubuh kemudian
virus ini mencari CD4+ sebagai target. Kemudian HIV masuk kedalam sel darah
putih lalu melumpuhkan dan menguasainya dengan cara menggandakan dirinya
didalam sel CD4+ tersebut. Virus-virus baru ini masuk kedalam darah mencari sel
CD4+ lainnya untuk melumpuhkan dan menguasainya dengan cara mengulangi proses
yang sama yaitu masuk dan menggandakan diri didalamnya. Setelah melewati
beberapa waktu makin banyak sel darah putih atau CD4+ dihancurkan sehingga system
kekebalan menjadi sangat lemah dan tidak lagi dapat melindungi tubuh dari
infeksi atau serangan penyakit apapun.
Infeksi atau
penyakit yang paling sering ditemukan pada pengidap HIV dan penderita AIDS
adalah Tuberkulosis yang merusak Paru
– Paru. Meningitis Kriptokokal adalah
rasa terbakar pada selaput dan cairan sekeliling otak dan sum-sum tulang
belakang. Toksoplasmosis adalah
parasit yang mematikan, ditularka khusus oleh kucing lewat kotorannya. Kriptosporidiosis adalah penyakit yang
berasal dari usus binatang ini tumbuh pada penderita AIDS mengakibatkan diare
yang parah dan kronis. Sarkoma Kaposi
adalah tumor pada dinding saluran darah yang mengakibatkan kerusakan organ
dalam termasuk paru-paru.
Bagaimana Cara Mengetahui Status
HIV..?
Sebagian besar orang yang baru terinfeksi HIV tidak merasakan gejala yang jelas atau tidak
ada gejala sama sekali. Saat tertular HIV sampai saat akan munculnya gejala
yang sebenarnya, dia akan terlihat normal dan sama seperti orang sehat lainnya.
Ini akan memakan waktu berbulan-bulan bahkan sampai 10 tahun. Selama waktu itu
seseorang yang sudah terinfeksi HIV tidak bisa dibedakan hanya dengan melihat
saja. Setiap pengidap HIV positif bisa terlihat sehat dan normal persis sama
dengan orang sehat lainnya dalam jangka waktu yang panjang.
Bagaimana Penularannya…??
HIV
ditularkan lewat cairan tubuh tertentu yaitu;
1. Cairan kelamin
Melalui hubungan seksual terjadi perpindahan cairan kelamin.
2. Darah
Misalnya dengan pemakaian barang – barang tajam yang mengayat kulit
seperti pisau cukur, jarum suntik, atau alat tattoo yang telah terkontaminasi
HIV. Alat-alat tajam ini menyebabkan luka terbuka ditubuh kita. Maka virus HIV yang
terdapat pada jarum suntik, pisau cukur dan alat tattoo yang sebelumnya dipakai
oleh pengidap HIV bisa masuk kedalam aliran darah kita. Bisa juga lewat
tranfusi darah yang telah tercemar virus HIV
3. ASI
Ditularkan lewat ibu yang mengidap HIV kepada bayinya lewat proses
persalinan atau menyusui karena ASI atau Air Susu Ibu juga merupakan cairan
tubuh pembawa HIV pada ibu yang mengidap HIV.
Seseorang yang bersih dari HIV apabila menggunakan secara langsung jarum
suntik atau melalkukan hubungan seksual dengan pengidap HIV positif akan secara
langsung memiliki HIV dalam tubuhnya dan saat itu juga dia sudah bisa
menularkan HIV ke orang lain tanpa ada gejala yang nyata.
Mendobrak Mitos HIV…!
Hubungan sosial
yang normal dengan pengidap HIV tidak akan mengakibatkan kita tertular HIV. Banyak
anggapan yang salah seputar HIV. HIV tidak menular lewat:
1. cairan keringat, menempelnya keringat pengidap HIV ke kulit
orang sehat tidak akan menularkan virus tersebut. HIV tidak terdapat pada
keringat.
2. Saliva atau air liur, tidak dapat
menularkan HIV
3. Bersin dan batuk tidak dapat
menularkan HIV. Cairan hidung bukanlah media penularan HIV selama tidak
mengandung darah.
4. Menggunakan toilet yang sama tidak
menyebabkan tertular HIV sebab kotoran dan air seni tidak dapat membawa HIV.
5. Makan dengan alat makan yang sama
tidak dapat menularkan HIV karena air liur tidak dapat membawa virus HIV.
6. Gigitan nyamuk atau serangga lainnya tidak
akan menularkan virus HIV. Nyamuk memasukkan liurnya sewaktu menghisap darah
orang yang dihinggapinya tapi nyamuk tidak menginjeksikan darahnya ke orang
berikut yang akan dihinggapinya.
7. Berenang bersama tidak menularkan
HIV.
Apakah Infeksi HIV Dapat Dicegah?
Jawabannya Ya.
Berikut saya ingin membagikan 5 cara menghindari tertularnya HIV, yaitu:
1. Abstinence:
tidak berhubungan seks sembarangan (selibat)
2. Be Faithful:
selalu setia pada pasangan.
3. Condom:
gunakan kondom disetiap melakukan hubungan seks beresiko.
4. Drugs: jauhi
narkoba.
5. Equipment:
mintalah pelayanan kesehatan dengan peralatan yang steril.
Apakah Ada Obat Untuk HIV…??
Nah
teman-teman, Untuk pengobatan HIV saya tidak akan membahas panjang di topic ini
karena saya berencana untuk membahasnya di topic yang baru….!
Pengobatan HIV
dan AIDS pada dasarnya meliputi aspek medis klinis, psikologis dan aspek sosial
yang meliputi pengobatan supportive
(dukungan), pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan
antiretroviral.
ARV atau
Antiretroviral yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh.
Bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif maka kerusakan kekebalan tubuh
dapat ditunda bertahun-tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga
orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS. Dengan semakin meningkatnya
jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan
masyarkat yang sehat melalui strategi penanggulanagan AIDS yang memadukan upaya
pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.
Hingga saat
ini ARV masih merupakan cara paling efektif serta mampu menurunkan angka
kematian dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang terinfeksi HIV
sekaligus meningkatkan harapan hidup masyarakat untuk hidup lebih sehat.
Semoga
Bermanfaat………….!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar