Hepatitis,
Kenali Gejalanya……!!
Halo
teman-teman,
Kali ini saya ingin menyajikan
tulisan tentang penyakit Hepatitis. Penyakit ini bukanlah penyakit yang baru
bagi kita. Penyakit Hepatitis ada disekitar kita teman-teman. Nah, tulisan ini bermanfaat untuk kita yang
sering mengabaikan pola hidup bersih dan sehat. Terkadang kita mengabaikan
tanda dan gejala yang terjadi dalam tubuh kita sehingga virus dengan senang
hati terus berkembangbiak.

Apa itu Penyakit Hepatitis??
Penyakit hepatitis adalah
peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai sebab seperti bakteri,
virus, proses autoimun, obat-obatan, perlemakan, alcohol dan zat berbahaya
lainnya. Penyakit
Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak
fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan
makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan
ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.
Penyebab infeksi (bakteri, virus dan parasit)
merupakan penyebab terbanyak diantara penyebab infeksi tersebut, infeksi karena
virus Hepatitis A,B,C,D atau E merupakan penyebab tertinggi, walaupun Hepatitis
juga bias terjadi karena infeksi virus lainnya seperti mononucleosis
infeksiosa, demam kuning atau sitomegalovirus. Sedangkan penyebab Hepatitis non
virus disebabkan oleh alcohol dan obat-obatan. Penyakit hepatitis dapat
menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi,
anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada
bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia
2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun
keatas. Sudah tau kan sekilas tentang pengertian Hepatitis…? Ayoo….! Sekarang saya mengajak teman-teman untuk mengetahui lebih lanjut tentang macam-macam Hepatitis seperti yang sudah saya singgung dibagian pengertian.
Jenis – Jenis Hepatitis
Ada 5 jenis penyakit Hepatitis yang sering menyerang tubuh kita teman-teman. Yuk, kita simak satu-satu ya…..
1.
Hepatitis A
Hepatitis A
disebabkan oleh Hepatitis-A Virus (HAV). Virus HAV ini menular dengan cara yang
dalam dunia medis dikenal dengan sebutan fecal-oral (fecal:
kotoran,/feses, oral: mulut). Artinya penyebaran dan penularan virus ini
terjadi melalui kontaminasi makanan atau air oleh virus HAV yang terdapat pada
kotoran/feses penderita Hepatitis A.
Hepatitis A
sering terjadi dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) dimana umumnya terjadi
pada pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar,
hygiene dan sanitasi buruk. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan dari
virus HAV, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan asupan makanan
yang kita makan. Beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan untuk tujuan ini
diantaranya adalah dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum
makan, menjaga sanitasi makanan, serta menghindari memakan makanan yang belum
diketahui kebersihan pengolahannya (makanan yang dijual dipinggir jalan, dll).
Masa
inkubasi virus Hepatitis A 15-50 hari, rata-rata 28-30 hari.
Gejala klinis
Hepatitis A seperti apa…??
Gejala klinis
yang muncul bervariasi dari ringan sampai berat, berupa demam, lemas, kurang
nafsu makan, mual, muntah , urine yang berwarna seperti the dan ikterus (warna
kuning dapat terlihat dikulit dan mata).
Pada anak
berusia dibawah 5 tahun umumnya tidak memberikan gejala yang jelas sedang pada
anak yang lebih tua dan dewasa gejala yang muncul biasanya lebih berat, dan
ikterus terjadi lebih dari 70%.
Hepatitis A
bersifat self limiting atau sembuh
sempurna dan tidak menjadi kronis serta memberikan kekebalan seumur hidup.
Pengobatan:
Tidak ada
pengobatan khusus untuk Hepatitis A, pengobatan bersifat simptomatik dan
menjaga keseimbangan nutrisi.
Pencegahan:
Karena tidak
ada pengobatan khusus dan lamanya masa penyembuhan yang dapat memberikan
kerugian ekonomi dan sosial sehingga tindakan pencegahan lebih diutamakan. Berikut
beberapa tips agar terhindar dari Virus Hepatitis A antara lain:
Ø
Promosi kesehatan
tentang sanitasi dan kebersihan perorangan (misalnya, cuci tangan pakai sabun
dan cara pengolahan makanan yang benar)
Ø
Pembuangan tinja
dijamban yang saniter.
Ø
Penyediaan air
bersih, system pendistribusian air yang baik dan pengolahan limbah yang benar.
Ø
Imunisasi pasif;
memberikan hepatitis A immune globulin diberikan
sebagai pencegahan yang dapat memberikan perlindungan segera tetapi bersifat
sementara.
Ø
Imunisasi
aktif; memberikan efektifitas yang tinggi pada pencegahan hepatitis A dengan
cara pemberian vaksin Hepatitis A.
2.
Hepatitis B
Disebabkan oleh
virus Hepatitis B (HBV).
Cara penularannya
ada 2 yaitu:
·
Secara vertical;
penularan yang terjadi pada masa perinatalyaitu penularan dari ibu kepada
anaknya yang baru lahir, jikan seorang ibu hamil carier Hepatitis B dan HbeAg
positif maka bayi yang dilahirkan 90% kemungkinan terinfeksi dan menjadi
carier. Kemungkinan 25% dari jumlah tersebut akan meninggal karena Hepatitis
kronik atau kanker hati.
·
Secara horizontal;
penularan dari individu pengidap ke individu lain melalui jarum suntik tidak
steril seperti: tatto, pemakaian obat-obatan intravena secara bersamaan dengan
jarum suntik yang sama.
Masa
inkubasi 25 -180 hari dengan rata-rata 60-90 hari.
Gejala Klinis
sama dengan gejala Hepatitis pada umumnya berupa kelelahan, kurangnya nafsu
makan, mual, muntah, urine berwarna lebih pekat tetapi sebagian besar tidak
menunjukkan gejala klinis atau asimtomatis.
Pencegahan dapat
dilakukan dengan menghindari factor resiko yaitu mencegah kontak dengan virus
dan pemberian kekebalan melalui imunisasi Hepatitis B, baik imunisasi aktif
maupun pasif. Imunisasi aktif diberikan secara intramuscular dengan dosis pada
bayi dan anak 3-4 kali, dan pada orang dewasa 3 kali. Sedangkan imunisasi pasif
dengan pemberian Imunoglobulin
Hepatitis B, dapat diberikan sebelum terjadi paparan dengan darah yang
mengandung HbsAg positif (misalnya pada kecelakaan jarum suntik) dan pada bayi
baru lahir dari ibu dengan HbsAg positif.
3.
Hepatitis C
Hepatitis C
disebabkan oleh Hepatitis-C Virus (HCV).
Cara penularannya
yaitu kontak dengan darah penderita (parenteral) antara lain melalui penggunaan
jarum suntik tidak steril (pada penggunaan obat-obat terlarang, tatto, tindik)
dari ibu yang menderita dapat menularkan ke bayi yang dilahirkan walaupun
kemungkinan lebih kecil dibandingkan hepatitis B.
Masa inkubasi
2 minggu – 4 bulan, rata-rata 6-9 minggu infeksi kronis dapat berlangsung
sampai 20 tahun sebelum timbulnya cirrhosis bahkan sampai hepatoma.
Gejala klinis
sama dengan hepatitis pada umumnya berupa kelelahan, kurangnya nafsu makan,
mual, muntah, urine yang berwarna lebih pekat tetapi sebagian besar tidak
menunjukkan gejala klinis atau asimtomatis.
Pencegahan;
saat ini belum tersedia vaksin hepatitis
C jadi pencegahan utama adalah menghindari factor resiko.
4.
Hepatitis D
Penyebab
Hepatitis D adalah HDV (Hepatitis-D Virus) atau virus Delta. Virus ini hanya
dapat berkembang biak di dalam tubuh bila tubuh sudah terinfeksi oleh virus
Hepatitis B. Meskipun merupakan jenis yang paling jarang terjadi, namun
Hepatitis D merupakan jenis Hepatitis yang paling berbahaya dari jenis
Hepatitis lainnya. Pola penularan Hepatitis D mirip dengan Hepatitis B.
5.
Hepatitis E
Hepatitis E
mirip dengan Hepatitis A. Virus Hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran
manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Tingkat tertinggi infeksi Hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang
mendukung penularan virus.
Mungkin ini
penjelasan singkat tentang Hepatitis. Semoga memberikan pengetahuan bagi Anda
mengenai gejala dan penyebab penyakit Hepatitis, cara penularannya, dan cara
mencegah penularan tersebut. Mari kita hindari penggunaan jarum yang berulang
serta membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat agar terhindar dari
berbagai penyakit menular, termasuk Hepatitis.
Sumber
bacaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar