Obesitas; Bikin Kurang
PD
Halo teman-teman,
Apa kabar.? Masih semangat? Hehehe ….sudah absen beberapa hari dari blog ini karena tugas yang
begitu banyak menyita perhatian saya. Malam ini saya menyempatkan diri untuk
menulis tentang Obesitas. Kenapa..? Ada beberapa teman saya sering bertanya
tentang suplemen yang bisa menurunkan berat badan dan bagaimana kiat-kiat agar
bisa menurunkan berat badan. Kedengarannya asyiiik.
Menarik memang. Sebagian orang sementara berusaha untuk menaikkan berat badan,
yang lain malah kelebihan berat badan. Hehehehehehe
…. ! bukannya gemuk itu tanda sukses?
Yuk….kita simak apa
sih sebenarnya Obesitas itu.?
Jika hasil akhir penghitungan BMI Anda kurang dari 18,5 maka Anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih dari 24,9 maka Anda dianggap kelebihan berat badan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas jika memiliki hasil perhitungan BMI di antara 30-39,9. Selanjutnya, seseorang dianggap mengalami obesitas ekstrem jika hasil akhir BMI di atas 40. Ayo teman-teman coba sekarang ukur BMI kalian…..Mungkin saja anda termasuk dalam kategori obesitas tapi tidak disadari…..hehehehe…..!
Penyebab Obesita, Apa Saja….??
Obesitas umumnya dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebenarnya mengonsumsi makanan berkalori tinggi tidak selalu menjadi masalah asalkan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan tiap harinya. Namun, jika kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidak diimbangi oleh aktif berolahraga, maka sisa energi dari hasil pembakaran kalori tersebut akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lambat laun, penumpukan lemak tersebut akan bertambah dan membuat tubuh terlihat membesar alias gemuk.
Selain akibat makanan tinggi kalori dan
kurangnya melakukan olahraga, obesitas juga bisa terjadi karena:
- Faktor keturunan (genetik); Obesitas umumnya cenderung bersifat menurun dalam keluarga, yang menunjukkan adanya pengaruh faktor genetik. Tak hanya masalah genetik, keluarga umumnya juga “menurunkan” pola makan dan gaya hidup yang bisa berkontribusi terhadap kejadian obesitas
- Faktor Lingkungan; mudah mendapatkan makanan siap saji yang umumnya kadar kolestrolnya tinggi, kurangnya aktivitas fisik dan pemilihan makanan yang berkalori tinggi.
- Factor Psikologis; Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.
- Penyebab lain; Selain tiga faktor di atas, penyebab lain obesitas bisa berupa penyakit atau penggunaan obat tertentu. Penyakit hypotiroid, Cushing’s syndrome, dan depresi dapat memicu makan berlebihan. Beberapa obat seperti steroid dan antidepresan tertentu juga memiliki efek samping peningkatan berat badan.
Obesitas, Apa bisa diatasi…??
Jawabannya bisa dong. Intinya kita
membatasi makan yang berkalori tinggi dan tingkatkan aktivitas fisik agar
asupan kalori bisa seimbang dalam tubuh. Mengubah gaya hidup, perbanyak
olahraga, ubah pola makan yang tadinya mungkin banyak makanan berlemak (seperti
gorengan, jeroan) kini diperbanyak dengan buah-buahan, Hindari konsumsi alcohol,
Jangan terlalu keras pada diri sendiri sampai tidak mau makan, ini bukan suatu
metode yang tepat. Tetap makan, namun ganti menunya menjadi menu sehat. Jangan
coba-coba meminum obat diet tanpa resep dokter, karena ditakutkan akan melukai
lambung maupun usus, dan justru akan mengakibatkan metabolisme tubuh kacau.
Penanganan Obesitas Menggunakan Obat
Penanganan obesitas dengan obat
biasanya akan disarankan oleh dokter apabila berat badan tidak berhasil
diturunkan oleh penerapan pola hidup sehat semata. Pemberian obat juga biasanya
hanya akan dilakukan dokter jika BMI Anda mencapai angka 28 atau lebih, dan
Anda memiliki penyakit diabetes atau hipertensi. Obat – Obat yang sering
dipakai antara lain:
1.
Orlistat (Xenical)
Obat
yang sering kali diresepkan oleh dokter untuk menangani obesitas adalah obat
yang mangandung orlistat. Obat ini bekerja di dalam saluran pencernaan
dengan cara memblokir penyerapan lemak oleh tubuh. Efek samping penggunaan
orlistat tergolong ringan, yaitu pusing, nyeri perut, perut kembung, serta
menjadi sulit menahan dan sering buang air besar. Tinja seseorang yang
mengonsumsi obat ini tampak seperti berminyak. Hal ini disebabkan oleh
pembuangan lemak yang tidak terserap oleh tubuh. Jika orlistat berhasil
menurunkan lima persen berat badan dalam waktu tiga bulan, penggunaan obat ini
sebaiknya diteruskan. Namun jika dalam jangka waktu tersebut tidak ada
penurunan berat badan yang berarti, maka obat ini tidak efektif untuk Anda dan
sebaiknya Anda menemui dokter kembali untuk dicarikan solusi alternatif.
2.
Sibutramin (Meridia, Reductil)
Obat
ini bekerja secara sentral menekan nafsu makan, dengan mengatur ketersediaan
neurotransmiter di otak, yaitu menghambat re-uptake serotonin dan norepinefrin.
Namun obat ini harus digunakan secara hati-hati karena dapat meningkatkan
tekanan darah, menyebabkan mulut kering, konstipasi, sakit kepala dan insomnia.
3.
Diuretik
Obat-obat
diuretik (pelancar air seni) juga sering dipakai sebagai obat pelangsing. Tapi
sebenarnya efeknya tidaklah signifikan dalam mengurangi berat badan. Justru
penggunaannya harus diperhatikan karena dapat mengganggu keseimbangan
elektrolit dalam tubuh karena banyak ion-ion tubuh yang mungkin akan
terbawa melalui urin. Jika berat badannya disebabkan karena timbunan cairan,
maka diuretik memang pilihan yang tepat, tetapi jika karena timbunan lemak,
tentu diuretik tidak akan berefek signifikan.
4.
Obat-Obat Herbal
Pelangsing
Salah
obat herbal yang sering dipakai untuk pelangsing adalah Jati Belanda. Senyawa
tanin yang banyak terkandung di bagian daun, mampu mengurangi penyerapan
makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus.
Sementara itu, musilago yang berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan
adanya musilago, absorbsi usus terhadap makanan dapat dikurangi. Hal ini yang
yang menjadi alasan banyaknya daun jati belanda yang dimanfaatkan sebagai obat
susut perut dan pelangsing.
Jika
obesitas merupakan gejala atau komplikasi dari penyakit yang sedang Anda
derita, misalnya diabetes, hipertensi, apnea tidur obstruktif, atau sindrom
ovarium polikistik, maka dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi
yang mendasari tersebut. Dalam kasus seperti ini, pengobatan biasanya penderita
akan dirujuk ke spesialis yang berkaitan.
Nah, sekarang
pintar-pintarnya kita aja mau pilih cara alami atau dengan obat…?? Ingat! Obesitas membuat Anda rentan terhadap
berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Tapi saya
juga salah satu yang sering susah nahan ngemil loh teman-teman…hehehehehe. Gendut
dikit gak masalah…..! Mungkin begitulah kata-kata penghiburan yang tepat…….
Semoga…….!
Sumber Bacaan:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar