Kapan sih Waktu Minum Obat Yang Tepat…??
Rabu, 22 Maret 2017
Halo teman-teman,
Disini saya ingin share sedikit tentang waktu minum obat yang tepat, seiring beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika saya melayani pasien ditempat tugas yang baru. Nah, jika kita ingin efek obat optimal maka obat harus diminum pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat, terkait obat diminum sebelum atau sesudah makan, atau terkait dengan waktu pagi, siang atau malam. Mengapa obat harus diminum sebelum atau sesudah makan?
Kebanyakan orang berpendapat bahwa obat sebaiknya diminum sesudah makan agar kerja obat bisa efektif dan efek samping yang ditimbulpun sedikit. Apa betul demikian? Tidak, berikut saya ingin menjelaskan sedikit terkait pernyataan diatas.
Obat adalah benda atau zat yang digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau merubah proses kimia dalam tubuh. Perjalanan obat didalam tubuh akan melewati lambung dan akan masuk ke dalam usus halus. Di usus halus sebagian besar obat akan diserap karena permukaannya yang sangat luas. pada dasarnya obat akan diserap dengan baik apabila tidak ada gangguan dilambung maupun usus, misalnya makanan. Obat dapat berinteraksi dengan makanan. Uniknya, obat-obat tertentu penyerapannya terganggu dengan adanya makanan, ada yang justru terbantu oleh makanan, ada yang tidak terpengaruh sama sekali dengan ada atau tidaknya makanan.Hal ini akan menetukan kapan sebaiknya obat diminum, sebelum atau sesudah makan. Apa sih perbedaannya obat harus diminum sebelum atau sesudah makan? Sebelum makan adalah ketika perut dalam keadaan kosong. Sedangkan sesudah makan adalah sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan atau jangan lewat dari 2 jam. Jika lewat dari 2 jam maka perut sudah dalam keadaan kosong atau bisa disamakan dengan sebelum makan karena makanan sudah diolah dan diserap.
Setelah
Makan
Obat
yang diminum setelah makan digunakan untuk obat-obat yang bersifat asam karena
dapat mengiritasi lambung dan saluran cerna. Bagi pasien yang memiliki riwayat
maag atau tukak lambung, obat diminum setelah makan agar tidak menyebabkan
kambuhnya penyakit tersebut. Misalnya: obat anti radang (asam mefenamat, diklofenak, piroksikam), aspirin atau asetosal, kortikosteroid (deksametasone), dll.
Dengan adanya makanan maka dinding lambung akan terlapisi sehingga tidak
dipengaruhi oleh obat. Selain itu juga dapat mengurangi efek samping obat.
Karena beberapa obat dapat menyebabkan efek mual jika diminum saat perut
kosong. Adapula obat yang dapat terbantu penyerapannya dengan adanya makanan.
Penggunaan obat setelah makan artinya digunakan saat lambung masih berisi
makanan. Sehingga obat sebaiknya digunakan sesaat setelah makan sampai kurang
dari 2 jam setelah makan. Jika telah lebih dari 2 jam setelah makan maka
lambung telah kosong dari makanan karena makanan telah diolah oleh saluran
cerna dan diserap ke tubuh.
Sewaktu
Makan
Obat
yang diminum sewaktu makan bertujuan untuk membantu proses pencernaan makanan
dan penyerapan nutrisi makanan. Selain itu beberapa obat juga memiliki proses
absorbsi yang lebih baik dengan adanya makanan. Penggunaan obat sewaktu makan
artinya obat digunakan 10-15 menit sebelum makan atau 10-15 menit setelah
makan. Misalnya: obat antidiabetes (metformin).
Sebelum
Makan
Obat
yang digunakan sebelum makan karena adanya makanan dapat menghambat absorbsi
obat. Jika absorbsi obat terhambat maka jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh
manjadi berkurang kemudian berakibat pada efek obat yang tidak optimal.
Penggunaan obat sebelum makan artinya obat digunakan pada saat lambung kosong.
Sehingga obat sebaiknya digunakan 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Misalnya: parasetamol.
Pagi/
Siang/ Sore/ Malam / Sebelum Tidur
Penggunaan
obat pada waktu-waktu tertentu tersebut contohnya:
1. Obat Antihipertensi ( Penurun Tekanan Darah)
Sebaiknya
diminum pada jam 9-11 pagi karena pada jam-jam tersebut tekanan darah mencapai
angka tertinggi sedangkan pada saat tidur malam hari tekanan darah mencapai
angka terendah sehingga sehingga perlu kewaspadaan saat obat dikonsumsi pada
malam hari.
2. Obat Anti Asma
Sebaiknya
diminum pada jam 3-4 sore karena pada jam-jam tersebut produksi steroid tubuh
berkurang dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Sehingga
jika steroid dihirup pada sore hari maka akan mencegah terjadinya asma pada
malam hari.
3. Obat Penurun Kolesterol
Sebaiknya
digunakan pada jam 7-9 malam pada saat hendak tidur karena proses penghancuran
lemak paling maksimal terjadi pada malam hari.
4. Obat diabetes dan Penguat jantung
Sebaiknya
digunakan pada jam 04.00-05.00 pagi. Karena pada jam 4-5 pagi tubuh manusia sensitive
terhadap insulin sehingga pada saat obat diberikan dapat memberikan efek yang
maksimal walaupun dengan dosis yang sedikit.
5. Anti anemia
Sebaiknya
diberikan pada jam 20.00 malam. Penggunaan onat Anemia seperti Fe glukonat atau
Fe sulfat, dll dapat memberikan efek 3-4 kali lebih baik daripada diberikan
pada waktu siang hari.
Interval
Penggunaan Obat
Selain
waktu penggunaan obat, interval penggunaan obat juga penting untuk
diperhatikan. Misalnya jika obat diminta untuk digunakan 2 kali sehari maka interval
waktu yang diperlukan adalah 12 jam. Jika obat diminum pada jam 7 pagi maka
obat selanjutnya diminum pada jam 7 malam.
Mengapa?
Karena berkaitan dengan ketersediaan obat di dalam tubuh. Obat dapat memberikan
efek terapi jika kadar obat didalam tubuh
memenuhi kisaran terapi yang diperlukan. Hal ini tergantung dari sifat dan
jenis setiap obat. Ada obat yang cepat tereliminasi dari tubuh karena memiliki
waktu paro yang pendek sehingga interval yang diperlukan untuk minum obat
menjadi lebih pendek dan obat menjadi harus lebih sering diminum misalnya 3
kali sehari dan ada pula obat yang lama tereliminasi karena memiliki waktu paro
yang panjang sehingga interval yang diperlukan untuk minum oabt menjadi lebih
panjang dan obat menjadi tidak sering untuk diminum misalnya 1 kali sehari.
Jika
obat yang seharusnya diminum 2 kali sehari kemudian diminum pada pagi dan siang
dengan interval waktu pendek yaitu 6 jam maka dapat menyebabkan kadar obat di
dalam tubuh menjadi lebih besar dan dapat menimbulkan efek yang tidak
diinginkan. Jika pada waktu selanjutnya obat diminum dengan interval waktu yang
lebih panjang maka kadar obat di dalam tubuh telah mencapai kadar minimal dan
dapat meniadakan efek obat. Jika obat tersebut adalah obat antibiotika maka
dapat menyebabkan resistensi.
Demikian sekilas informasi tentang
waktu minum obat yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal dari penggunaan
obat. Semoga bermanfaat…..!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar