Selasa, 21 Maret 2017

Waktu Minum Obat Yang Tepat


Kapan sih Waktu Minum Obat Yang Tepat…??

Rabu, 22 Maret 2017

Halo teman-teman,
Disini saya ingin share sedikit tentang waktu minum obat yang tepat, seiring beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika saya melayani pasien ditempat tugas yang baru. Nah, jika kita ingin efek obat optimal maka obat harus diminum pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat, terkait obat diminum sebelum atau sesudah makan, atau terkait dengan waktu pagi, siang atau malam. Mengapa obat harus diminum sebelum atau sesudah makan? 
Kebanyakan orang berpendapat bahwa obat sebaiknya diminum sesudah makan agar kerja obat bisa efektif dan efek samping yang ditimbulpun sedikit. Apa betul demikian? Tidak, berikut saya ingin menjelaskan sedikit terkait pernyataan diatas.
Obat adalah benda atau zat yang digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau merubah proses kimia dalam tubuh. Perjalanan obat didalam tubuh akan melewati lambung dan akan masuk ke dalam usus halus. Di usus halus sebagian besar obat akan diserap karena permukaannya yang sangat luas. pada dasarnya obat akan diserap dengan baik apabila tidak ada gangguan dilambung maupun usus, misalnya makanan. Obat dapat berinteraksi dengan makanan. Uniknya, obat-obat tertentu penyerapannya terganggu dengan adanya makanan, ada yang justru terbantu oleh makanan, ada yang tidak terpengaruh sama sekali dengan ada atau tidaknya makanan.Hal ini akan menetukan kapan sebaiknya obat diminum, sebelum atau sesudah makan. Apa sih perbedaannya obat harus diminum sebelum atau sesudah makan? Sebelum makan adalah ketika perut dalam keadaan kosong. Sedangkan sesudah makan adalah sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan atau jangan lewat dari 2 jam. Jika lewat dari 2 jam maka perut sudah dalam keadaan kosong atau bisa disamakan dengan sebelum makan karena makanan sudah diolah dan diserap.

Setelah Makan
Obat yang diminum setelah makan digunakan untuk obat-obat yang bersifat asam karena dapat mengiritasi lambung dan saluran cerna. Bagi pasien yang memiliki riwayat maag atau tukak lambung, obat diminum setelah makan agar tidak menyebabkan kambuhnya penyakit tersebut. Misalnya: obat anti radang (asam mefenamat, diklofenak, piroksikam), aspirin atau asetosal, kortikosteroid (deksametasone), dll. Dengan adanya makanan maka dinding lambung akan terlapisi sehingga tidak dipengaruhi oleh obat. Selain itu juga dapat mengurangi efek samping obat. Karena beberapa obat dapat menyebabkan efek mual jika diminum saat perut kosong. Adapula obat yang dapat terbantu penyerapannya dengan adanya makanan. Penggunaan obat setelah makan artinya digunakan saat lambung masih berisi makanan. Sehingga obat sebaiknya digunakan sesaat setelah makan sampai kurang dari 2 jam setelah makan. Jika telah lebih dari 2 jam setelah makan maka lambung telah kosong dari makanan karena makanan telah diolah oleh saluran cerna dan diserap ke tubuh.

Sewaktu Makan
Obat yang diminum sewaktu makan bertujuan untuk membantu proses pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi makanan. Selain itu beberapa obat juga memiliki proses absorbsi yang lebih baik dengan adanya makanan. Penggunaan obat sewaktu makan artinya obat digunakan 10-15 menit sebelum makan atau 10-15 menit setelah makan. Misalnya: obat antidiabetes (metformin).

Sebelum Makan
Obat yang digunakan sebelum makan karena adanya makanan dapat menghambat absorbsi obat. Jika absorbsi obat terhambat maka jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh manjadi berkurang kemudian berakibat pada efek obat yang tidak optimal. Penggunaan obat sebelum makan artinya obat digunakan pada saat lambung kosong. Sehingga obat sebaiknya digunakan 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Misalnya: parasetamol.

 Pagi/ Siang/ Sore/ Malam / Sebelum Tidur
Penggunaan obat pada waktu-waktu tertentu tersebut contohnya:
1.      Obat Antihipertensi ( Penurun Tekanan Darah)
Sebaiknya diminum pada jam 9-11 pagi karena pada jam-jam tersebut tekanan darah mencapai angka tertinggi sedangkan pada saat tidur malam hari tekanan darah mencapai angka terendah sehingga sehingga perlu kewaspadaan saat obat dikonsumsi pada malam hari.

2.      Obat Anti Asma
Sebaiknya diminum pada jam 3-4 sore karena pada jam-jam tersebut produksi steroid tubuh berkurang dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Sehingga jika steroid dihirup pada sore hari maka akan mencegah terjadinya asma pada malam hari.

3.      Obat Penurun Kolesterol
Sebaiknya digunakan pada jam 7-9 malam pada saat hendak tidur karena proses penghancuran lemak paling maksimal terjadi pada malam hari.

4.      Obat diabetes dan Penguat jantung
Sebaiknya digunakan pada jam 04.00-05.00 pagi. Karena pada jam 4-5 pagi tubuh manusia sensitive terhadap insulin sehingga pada saat obat diberikan dapat memberikan efek yang maksimal walaupun dengan dosis yang sedikit.

5.      Anti anemia
Sebaiknya diberikan pada jam 20.00 malam. Penggunaan onat Anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll dapat memberikan efek 3-4 kali lebih baik daripada diberikan pada waktu siang hari.


Interval Penggunaan Obat
Selain waktu penggunaan obat, interval penggunaan obat juga penting untuk diperhatikan. Misalnya jika obat diminta untuk digunakan 2 kali sehari maka interval waktu yang diperlukan adalah 12 jam. Jika obat diminum pada jam 7 pagi maka obat selanjutnya diminum pada jam 7 malam.

Mengapa? Karena berkaitan dengan ketersediaan obat di dalam tubuh. Obat dapat memberikan efek terapi jika kadar obat didalam  tubuh memenuhi kisaran terapi yang diperlukan. Hal ini tergantung dari sifat dan jenis setiap obat. Ada obat yang cepat tereliminasi dari tubuh karena memiliki waktu paro yang pendek sehingga interval yang diperlukan untuk minum obat menjadi lebih pendek dan obat menjadi harus lebih sering diminum misalnya 3 kali sehari dan ada pula obat yang lama tereliminasi karena memiliki waktu paro yang panjang sehingga interval yang diperlukan untuk minum oabt menjadi lebih panjang dan obat menjadi tidak sering untuk diminum misalnya 1 kali sehari.  

Jika obat yang seharusnya diminum 2 kali sehari kemudian diminum pada pagi dan siang dengan interval waktu pendek yaitu 6 jam maka dapat menyebabkan kadar obat di dalam tubuh menjadi lebih besar dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Jika pada waktu selanjutnya obat diminum dengan interval waktu yang lebih panjang maka kadar obat di dalam tubuh telah mencapai kadar minimal dan dapat meniadakan efek obat. Jika obat tersebut adalah obat antibiotika maka dapat menyebabkan resistensi.

Demikian sekilas informasi tentang waktu minum obat yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal dari penggunaan obat. Semoga bermanfaat…..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penggolongan Obat Halo teman-teman,  Berbicara mengenai Penggolongan Obat mungkin sudah tak asing lagi. Mulai dari Golongan Obat B...