Jumat, 24 Maret 2017

Tuntaskan Diare Pada Anak



Tuntaskan Diare Pada Anak

Halo teman-teman,
Musim hujan seperti sekarang banyak wabah yang tersebar. Salah satunya diare. Nah, pada tulisan kali ini saya ingin membagikan beberapa informasi penting tentang bagaimana sih jika menghadapi diare pada anak? Apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tatalaksana diare yang tepat untuk anak-anak?

Apa itu Diare?
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan kondisi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari biasanya, biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. 

Apa Saja Jenis Diare?
Ada 2 jenis diare yaitu:
1.      Diare Akut
Buang air besar yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (pada umumnya 3 kali atau lebih) dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 7 hari.
Secara klinis penyebab diare akut dibagi dalam 4 kelompok yaitu infeksi, malabsorbsi, keracunan makan dan diare terkait penggunaan antibiotik.
Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, fungi, parasite (protozoa, cacing). Dari berbagai penyebab tersebut yang sering ditemukan adalah diare yang disebabkan oleh infeksi virus.
2.      Diare Kronis
Diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan terkadang buang air besar disertai darah.
Derajat dehidrasi pada diare ada 3 macam yaitu:
·         Tanpa dehidrasi; Keadaan umum (baik/sadar), mata (tidak cekung),  keinginan untuk minum (normal), Turgor (kembali segera).
·         Dehidrasi ringan/sedang; Keadaan umum (gelisah/rewel), mata (cekung), keinginan untuk minum (ingin minum terus), Turgor (kembali lambat)
·         Dehidrasi berat; keadaan umum (lesu/lunglai, tidak sadar), mata (cekung), keinginan untuk minum (malas minum), Turgor ( kembali sangat lambat).

Prinsip Tatalaksana Penderita Diare
Prinsip tatalaksana penderita diare pada anak adalah Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare), yang terdiri dari:
1.      Oralit osmolaritas rendah
Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberika oralit. Bila tidak tersedia, berikan lebih banyak cairan rumah tangga yang mempunyai osmolaritas rendah seperti air tajin, kuah sayur, kuah sup, sari buah, air the dan air matang.
Macam cairan yang digunakan bergantung pada:
a)      Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
b)      Tersedia cairan/ sari makanan yang cocok
c)      Jangkauan pelayanan kesehatan
Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan terapi rehidrasi yang cepat dan tepat.
2.      Zinc
Anak yang mengalami diare akan kehilangan zinc bersama tinja sehingga menyebabkan defisiensi menjadi lebih berat. Zinc adalah salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh. Zinc dibutuhkan dalam tubuh karena memiliki lebih dari 300 macam enzim sebagai kofaktornya, termasuk enzim superoksida dismutase (Linder, 1999). Enzim ini berfungsi untuk metabolism radikal bebas superoksida sehingga kadar radikal bebas didalam tubuh berkurang. Pada proses inflamasi, kadar radikal bebas superoksida meningkat, termasuk jaringan epitel dalam usus (Cousins et al, 2006).
Pemberian zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare, mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, serta menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya (Wapnir, 2000). Zinc diberikan pada setiap diare dengan dosis:
Ø  < 6 bulan diberikan 10 mg (½ tablet) zinc per hari.
Ø  > 6 bulan diberikan 1 tablet zinc 20 mg.
Pemberian zinc diteruskan sampai 10 hari, walaupun diare sudah membaik. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kejadian diare selanjutnya selama 3 bulan ke depan.
3.      Pemberian ASI/ Makanan
Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI. Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya.
Anak usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat haru diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit demi sedikit tetapi sering. Setelah diare berhenti, pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak.
4.      Pemberian Antibiotik Hanya Atas Indikasi
Antibiotic tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya kejadian diare yang memerlukannya (8,4%). Antibiotic hanya bermanfaat pada anak dengan diare berdarah (sebagian besar karena shigellosis), suspek kolera, dan infeksi-infeksi diluar saluran pencernaan yang berat, seperti pneumonia.
Obat-obatan anti diare tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti tidak bermanfaat. Obat anti muntah tidak dianjurkan kecuali muntah berat. Obat-obatan ini tidak mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak. Obat antiprotozoal digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasite (amuba, giardia).
5.      Pemberian Nasehat
Ibu atau keluarga yang berhubungan erat dengan anak harus diberi nasehat tentang:
a)      Cara memberikan cairan (Oralit) dan obat Zinc di rumah.
b)      Kapan harus membawa kembali balita ke petugas kesehatan:
§  Diare lebih sering
§  Muntah berulang
§  Sangat haus
§  Makan atau minum sedikit
§  Timbul demam
§  Tinja berdarah
§  Tidak membaik dalam 3 hari
Nah, mungkin ini beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada teman-teman dalam menangani diare pada anak. Semoga bermanfaat ya….!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penggolongan Obat Halo teman-teman,  Berbicara mengenai Penggolongan Obat mungkin sudah tak asing lagi. Mulai dari Golongan Obat B...