Tuntaskan
Diare Pada Anak
Halo
teman-teman,
Musim
hujan seperti sekarang banyak wabah yang tersebar. Salah satunya diare. Nah,
pada tulisan kali ini saya ingin membagikan beberapa informasi penting tentang
bagaimana sih jika menghadapi diare pada anak? Apa yang perlu dilakukan dan
bagaimana tatalaksana diare yang tepat untuk anak-anak?
Apa itu Diare?
Diare
adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan kondisi lembek
atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari
biasanya, biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari.
Apa Saja Jenis Diare?
Ada 2
jenis diare yaitu:
1.
Diare
Akut
Buang
air besar yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (pada umumnya 3 kali
atau lebih) dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 7 hari.
Secara
klinis penyebab diare akut dibagi dalam 4 kelompok yaitu infeksi, malabsorbsi,
keracunan makan dan diare terkait penggunaan antibiotik.
Infeksi
dapat disebabkan oleh bakteri, virus, fungi, parasite (protozoa, cacing). Dari
berbagai penyebab tersebut yang sering ditemukan adalah diare yang disebabkan
oleh infeksi virus.
2.
Diare
Kronis
Diare
yang berlangsung lebih dari 14 hari dan terkadang buang air besar disertai
darah.
Derajat
dehidrasi pada diare ada 3 macam yaitu:
·
Tanpa
dehidrasi; Keadaan umum (baik/sadar), mata (tidak cekung), keinginan untuk minum (normal), Turgor
(kembali segera).
·
Dehidrasi
ringan/sedang; Keadaan umum (gelisah/rewel), mata (cekung), keinginan untuk
minum (ingin minum terus), Turgor (kembali lambat)
·
Dehidrasi
berat; keadaan umum (lesu/lunglai, tidak sadar), mata (cekung), keinginan untuk
minum (malas minum), Turgor ( kembali sangat lambat).
Prinsip Tatalaksana Penderita
Diare
Prinsip
tatalaksana penderita diare pada anak adalah Lintas Diare (Lima Langkah
Tuntaskan Diare), yang terdiri dari:
1.
Oralit
osmolaritas rendah
Mencegah
terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberika oralit.
Bila tidak tersedia, berikan lebih banyak cairan rumah tangga yang mempunyai
osmolaritas rendah seperti air tajin, kuah sayur, kuah sup, sari buah, air the
dan air matang.
Macam
cairan yang digunakan bergantung pada:
a)
Kebiasaan
setempat dalam mengobati diare
b)
Tersedia
cairan/ sari makanan yang cocok
c)
Jangkauan
pelayanan kesehatan
Bila
terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke
petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan terapi rehidrasi yang
cepat dan tepat.
2.
Zinc
Anak
yang mengalami diare akan kehilangan zinc bersama tinja sehingga menyebabkan defisiensi
menjadi lebih berat. Zinc adalah salah satu mikronutrien yang penting dalam
tubuh. Zinc dibutuhkan dalam tubuh karena memiliki lebih dari 300 macam enzim
sebagai kofaktornya, termasuk enzim superoksida dismutase (Linder, 1999). Enzim
ini berfungsi untuk metabolism radikal bebas superoksida sehingga kadar radikal
bebas didalam tubuh berkurang. Pada proses inflamasi, kadar radikal bebas
superoksida meningkat, termasuk jaringan epitel dalam usus (Cousins et al,
2006).
Pemberian
zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare,
mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, serta menurunkan
kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya (Wapnir, 2000). Zinc diberikan
pada setiap diare dengan dosis:
Ø
<
6 bulan diberikan 10 mg (½ tablet) zinc per hari.
Ø
>
6 bulan diberikan 1 tablet zinc 20 mg.
Pemberian
zinc diteruskan sampai 10 hari, walaupun diare sudah membaik. Hal ini
dimaksudkan untuk mencegah kejadian diare selanjutnya selama 3 bulan ke depan.
3.
Pemberian
ASI/ Makanan
Pemberian
makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama
pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak
yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI. Anak yang minum susu
formula diberikan lebih sering dari biasanya.
Anak
usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat haru
diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit demi sedikit tetapi sering. Setelah
diare berhenti, pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk
membantu pemulihan berat badan anak.
4.
Pemberian
Antibiotik Hanya Atas Indikasi
Antibiotic
tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya kejadian diare yang
memerlukannya (8,4%). Antibiotic hanya bermanfaat pada anak dengan diare
berdarah (sebagian besar karena shigellosis), suspek kolera, dan
infeksi-infeksi diluar saluran pencernaan yang berat, seperti pneumonia.
Obat-obatan
anti diare tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti
tidak bermanfaat. Obat anti muntah tidak dianjurkan kecuali muntah berat. Obat-obatan
ini tidak mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak. Obat antiprotozoal
digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasite (amuba, giardia).
5.
Pemberian
Nasehat
Ibu
atau keluarga yang berhubungan erat dengan anak harus diberi nasehat tentang:
a)
Cara
memberikan cairan (Oralit) dan obat Zinc di rumah.
b)
Kapan
harus membawa kembali balita ke petugas kesehatan:
§
Diare
lebih sering
§
Muntah
berulang
§
Sangat
haus
§
Makan
atau minum sedikit
§
Timbul
demam
§
Tinja
berdarah
§
Tidak
membaik dalam 3 hari
Nah,
mungkin ini beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada teman-teman dalam
menangani diare pada anak. Semoga bermanfaat ya….!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar