Tips
Minum Obat Saat Puasa
Halo
teman-teman…
Apa
kabar….? Semoga kita semua dalam keadaan sehat yaa…! Oiyaa selamat menjalankan
ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankannya, semoga lancar puasanya,
diberkati usahanya dan doanya terkabul, Amin.
Berikut
saya ingin membagikan sedikit informasi seputar obat-obatan karena banyak
teman-teman yang sering konsultasi kalau mereka membatalkan puasa hanya karena
harus mengkonsumsi obat. Penyakit memang
terkadang gak kenal waktu artinya bisa menyerang kapan saja, termasuk saat
menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Nah, untuk teman-teman yang mau
berpuasa terganggu donk puasanya jika harus mengkonsumsi obat. Karena di satu
sisi harus menjalankan ibadah puasa, disisi lain harus minum obat, entah itu
untuk mengobat penyakit, menjaga kesehatan, atau mencegah penyakit. Seperti yang
kita ketahui bersam, obat bisa memberikan khasiat apabila kadarnya stabil dalam
darah. Untuk mencapai kadar stabil dalam darah, penggunaan obat harus
disesuaikan dengan sifat fisika kimia obat masing – masing.
Puasa
sambil minum obat? Apa bisa…? Batal donk puasanya…?? Ini yang sering dikatakan
pasien ketika selesai menerima obat dari petugas apotik. Jika pada hari – hari
biasa kita memiliki waktu 24 jam untuk meminum obat, berbeda halnya dengan di
bulan puasa. Kita hanya memiliki waktu kurang lebih 10 -11 jam (dari saat
berbuka hingga waktu imsyak/subuh). Sehingga harus diatur sedemikian rupa agar
obat yang diminum tetap efektif dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Supaya
tidak ragu-ragu minum obat saat puasa pertama kita harus kenali dulu aturan
minum obat yang benar.
Penting
untuk diketahui teman – teman, tidak semua obat bisa membatalkan puasa karena
menurut keputusan bersama para ahli agama dan kesehatan yang dibuat di Maroko
pada tahun 1997, jalur pemberian obat yang tidak membatalkan puasa adalah:
1.
Obat
semprot hidung, tetes hidung dan inhaler.
2.
Pembersih
vagina, ovula, suppositoria.
3.
Obat
tetes untuk mata dan telinga.
4.
Semua
macam obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, dll)
5.
Oksigen
dan gas – gas anesthesia (obat bius)
6.
Penyuntikan
melalui kulit, otot, sendi, atau vena (kecuali penyuntikan nutrisi parenteral)
7.
Penyegar
mulut (spray ataupun cairan yang tidak ditelan).
Nah,
berikut panduan minum obat untuk teman – teman yang sedang menjalankan ibadah
puasa di bulan Ramadhan.
1.
Bila
aturan minumnya 3 kali sehari
·
Setelah
makan:
Minumlah obat makan
berbuka puasa, sebelum tidur (setelah menyantap sedikit makanan) dan setelah
makan sahur.
·
Sebelum
makan:
Minumlah obat setelah
minum berbuka puasa lalu setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan
berat. Lalu saat hendak tidur (kira – kira jam 10 malam) tapi perut jangan
diisi makanan setengah jam sebelumnya. Penggunaan berikutnya minimal setengah
jam sebelum makan sahur.
·
Untuk
pasien yang mendapatkan obat yang aturan minumnya 3-4 kali sehari disarankan
untuk minta kepada dokternya untuk meresapkan obat bentuk sediaan lepas lambat
atau aksi panjang sehingga frekuensi pemakaian bisa dikurangi menjadi sekali
atau 2 kali sehari. Cara lain juga bisa dengan minta diganti dengan obat lain
yang masih memiliki efek dan mekanisme sama tetapi memiliki durasi aksi yang
lebih panjang. Misalnya captopril 2-3 kali sehari bisa diganti dengan
Lisinopril 1 kali sehari. Jika tidak bisa diganti maka penggunaannya adalah
dari waktu buka puasa hingga sahur yang sebaiknya dibagi dalam rentang waktu
yang sama. Misalnya: 3 kali sehari (I: buka puasa 18.00, II: menjelang tengah
malam 23.00, III: sahur 04.00) dan 4 kali sehari (I: 18.00, II: 22.00, III:
01.00, IV: 04.00).
2.
Bila
aturan minumnya 2 kali sehari
·
Setelah
makan:
Minumlah obat setelah
makan berbuka puasa dan setelah sahur.
·
Sebelum
makan:
Minumlah obat setelah
minum berbuka puasa. Setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Minum
obat berikutnya minimal setengah jam sebelum makan sahur.
3.
Bila
aturan minumnya 1 kali sehari
·
Setelah
makan
Teman – teman bebas memilih
setelah buka puasa atau saat sahur yang penting tetap konsisten artinya jika
diminum setelah berbuka puasa dilanjutkan seterusnya setelah berbuka puasa.
·
Sebelum
makan
Teman – teman bebas memilih setelah
minum buka puasa (setengah sebelum makan berat) atau setengah jam sebelum
sahur.
Nah berikut
beberapa informasi obat yang perlu teman – teman ketahui:
1.
Obat
penurun kolestrol
Obat
penurun kolestrol (simvastatin,
atorvastatin, rosuvastatin) paling baik diminum pada pukul 7- 9 malam atau
saat menjelang tidur malam karena memberikan efek lebih baik.
2.
Obat
maag
Jika
dokter telah meresepkan obat yang hanya digunakan sekali dalam sehari, misalnya
omeprazole atau lansoprazole, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan
obat maag yang lazim diberikan 2 kali sehari, misalnya ranitidine dan famotidine,
maka hendaknya dipilih saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan
sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat
dini hari sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam
lambung berlebihan.
3.
Obat
antihipertensi
Obat
antihipertensi sekarang banyak diformulasikan untuk pemakaian sekali sehari. Jika
dokter telah meresepkan obat antihipertensi seperti ini, lebih disarankan agar
obat diminum saat makan sahur sehingga obat tersebut dapat mengendalikan
tekanan darah saat beraktivitas di siang hari. Riset menunjukkan bahwa tekanan
darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9 – 11 pagi dan paling rendah
pada malam hari sebelum tidur. Oleh karena itu, sebaikya obat antihipertensi
diminum pada pagi hari. Perlu hati – hati jika obat antihipertensi diminum pada
malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada
saat tidur.
4.
Obat
antidiabetes
Obat
antidiabetes yang hanya cukup diminum 1 kali dalam sehari, misalnya glipizid sebaiknya diminum pada saat
berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula dalam darah karena pada saat tersebut
ada kecendrungan kadar gula dalam darah akan meningkat berlebihan. Namun,
apabila obat antidiabetes teman – teman diresepkan 2 kali dalam sehari, lebih
disarankan untuk diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. Hindari
penggunaan obat – obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi
keadaan hipoglikemia saat berpuasa disiang hari.
5.
Obat
antiasma
Sebenarnya
waktu yang baik untuk minum obat antiasma adalah pada pukul 3 – 4 sore. Hal ini
karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang dan mungkin akan
menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu jika steroid dihirup sore
hari diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya. Obat yang
penggunaannya dengan cara dihirup boleh digunakan oleh orang yang sedang
berpuasa dan tidak membatalkan puasa.
6.
Obat
dengan indeks terapetik sempit dan Antibiotik
Obat
dengan indeks terapi sempit seperti theophyllin,
digoxin, phenytoin dan beberapa antibiotic sebaiknya dikonsultasikan dengan
dokter penulis resep. Jika dokter memberikan obat dengan pemakaian 3 atau 4
kali sehari, tanyakan apakah ada alternatife obat sejenis yang bisa diminum 1
atau 2 kali sehari.
7.
Obat
anemia
Waktu
yang paling baik untuk meminum obat anemia adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat
anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali
lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.
8.
Pasien
CKD
Ketika
berbuka, hindari makanan tinggi potassium
dan fosfor (mis: kurma, apricot, makanan yang digoreng, kacang-kacangan, keju,
softdrink, the, kopi). Selain itu, dianjurkan minum air 1 – 2,5 liter untuk
rehidrasi, namun hindari minum air berlebihan karena akan menyebabkan
ketidakseimbangan dan kelebihan cairan.
Demikian
informasi yang dapat saya bagikan untuk teman – teman yang sedang menjalankan
ibadah puasa dibulan Ramadhan dan pada saat bersamaan harus mengkonsumsi obat. semoga
informasi singkat ini dapat bermanfaat dan teman – teman lancar puasanya. Sekali
lagi, tanyakan pada Dokter atau Apoteker anda untuk memastikan penggunaan obat
anda secara benar. Obat yang digunakan secara benar akan meningkatkan kinerja
obat dan efisiensinya.
Semoga……!!
Pustaka:
5. Kapan
Minum Obat Jika Sedang Puasa, Unit Layanan Informasi Obat dan Makanan
Universitas Airlangga, http://food-drugs-info.blogspot.com,
diakses tanggal 30 Juni 2010
6. Kapan Waktu Minum Obat yang Tepat?, Zullies
Ikawati, http://zulliesikawati.wordpress.com,
diakses tanggal 30 Juni 2010
7. Menggunakan Obat ketika Puasa, Azril
Kimin, http://apotekputer.com, diakses
tanggal 30 Juni 2010
8. https://gulangguling.com/2016/06/10/cara-mengatur-waktu-minum-obat-pada-saat-puasa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar