Senin, 12 Juni 2017

Rokok atau Derma

Merokok atau Derma…??



Halo teman-teman, coba hitung ya …
Sudah berkali - kali diingat tentang hal ini. Saat ke gereja punya duit Rp. 11.000. Ngisi Rp. 1.000 di saku kanan. Rp. 10.000 di saku kiri. Pas  dengar khotbah ngantuk berat dia. Duduk nyari sandaran yang bagus biar gak keliatan sama Imam yg khotbah. Kotak derma dia lewatkan sambil masukkan sesuatu.  Keluar dari gereja lgsg menuju Kios, “sebungkus Pak”  dia panik bukan main saudara-saudari, ketika masukkan tangan ke dalam saku kiri. “oh my God”
Kenapa..? ada apa..? salah masuk…..
Jadi yang masuk berapa ke Kotak derma??? Rp.10.000…..
Rencananya Rp. 1.000.
Memang jujur sih jujur saudara-saudari. Ini terpaksa diulang. Sekali merokok Rp.10.000, sebulan Rp. 30.000, setahun Rp. 3.600.000
Derma utk gereja Rp. 1.000, sebulan Rp. 4.000, setahun Rp. 48.000….
Merokok? Rp. 3.600.000 bayangkan. ..! Derma? Rp. 48.000….
Jadi, siapa ini Tuhan nya…?? Derma untuk membangun Gereja atau Rokok.?
Gampang. Liat…!!! Dia lebih berjuang untuk siapa…? Dia lebih gigih berkorban utk rokok daripada derma utk gereja. Dia lebih ingin dekat dgn rokok daripada ingin dekat dgn gereja. Dia lebih takut jauh dari rokok daripada takut jauh dari gereja.
Kalo udah rokok, rokok, rokok, Rokok sudah jd segalanya bagi hidupnya. Maka, sy berani mengatakan bahwa orang yang mengagungkan Rokok dalam hidupnya tidak akan tenang. Tuhan tau. Kecuali dia nyedot “Tuhan palsu” (uuussshp, fuuuuuh)
Gelisah….coba saudara-saudari lihat para perokok itu. Gak ada yang hidupnya tenang. (uuuuuusp, fuuuuuh = sedot asap, buang asap…). Saya sulit mikir kalau tidak merokok….Benar. Memang kalau dilihat para perokok itu seperti org yg kurang normal cara berpikirnya. Masa sudah disedoot, tiup. Sedot, tiup. Kan seperti orang yang kurang kerjaan, ya kan….?? Aneh…! Coba saudara perhatikan para perokok itu, orang yg gak punya kerjaan. Sedooot, tiup. Sedott, tiup. Harusnya rokok itu dikunyah, nyam-nyam…! Kan Enak…..???
Udah…., berhenti, berhenti para perokok. Mau apa? Kalo rokok bagus pasti tulisan dibungkusnya bagus. Ya kan? Contoh, Madu. Menyehatkan badan, metabolisme tubuh jadi baik. Sel-sel darah merah meningkat.
Kalau rokok, apa…?? Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan jantung, impoten, gangguan kehamilan dan janin.  Ini barang apa, ngacoo gini..?? Kalo barang ini benar, pasti tulisannya benar. Dasar racun ya…!!!
Makanya heran gitu, orang yang merokok tuh, Normal tidak berfikirnya ya..?? benar..?? terpaksa sy keluarkan nii cerita Pabrik rokok. Mau diceritakan jangan nih…?? Ibu – ibu pasti mau biar ada bahan buat nertawain bapak-bapak ini.
Kan Pabrik rokok ngumpulin karyawannya. “ saudara karyawan, ada yang mau nanya?”
“Bos saya mau nanya?” tegas salah satu karyawan.
“Silahkan…!”
“Bos, bos kan punya pabrik rokok tapi kenapa bos, sy liat gak pernah merokok.? Anak-anak bos tidak ada yang merokok. Bahkan sy liat keluarga besar bos juga tidak ada yang merokok, kenapa bos…?”
“Hmhmhmhmhm” (tertawa bosnya). “Pake mata kamu, baca. Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan jantung, impoten, gangguan kehamilan dan janin. Ngerti…?”  Mau apa kami jadi orang kaya kalau kami penyakitan…?? Ya kanker, ya jantungan, ya impoten, pikir donk oleh sodara…!”
“Benar juga ya bos.? Tapi kenapa bos masih bikin rokok..??” ujar karyawan.
“Heh, rokok tuu dibuat untuk yang gak bisa baca ngaco…!” gitu kata bosnya.
Yaaa…., selamat berefleksi saudara pembaca. Sudahlah teman-teman, daripada pake ngerokok, dermakan saja. Nanti oleh Tuhan mencabut rasa tidak enaknya. Ya bilang aja gini kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mendengar, “ Ya Tuhan, saya mau berhenti merokok. Engkau tahu saya ketagihan merokok. Ini uangnya saya dermakan, Ya Tuhan. (sambil masukkan uang derma ke kotak derma). Tolong cabut rasa ketagihan saya. Lihat Ya Tuhan, ini saya naruh duitnya….” Kalimat terakhir gak usah diucapkan. Sok-sok an.
Coba teman-teman. Kira- kira Tuhan melihat tidak..Jawab?? Gampang bagi Tuhan menghilangkan rasa.  Mungkin sehari dua hari, ya itu tebusan dosalah. Selama ini menyekutukkan Tuhan dengan rokok. Pahit, pahit dikit, adeeeeeuuuh. Tapi Ya Tuhan tolong kuatkan. Udah gak apa-apa. Pengalaman teman-teman yang berhenti merokok cepat sekali…! Dengan derma……
Semoga……!!!!


*sumber bacaan hasil ceramah seorang ustadz…..





Kamis, 01 Juni 2017

Tips Minum Obat saat Puasa


Tips Minum Obat Saat Puasa


Halo teman-teman…
Apa kabar….? Semoga kita semua dalam keadaan sehat yaa…! Oiyaa selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankannya, semoga lancar puasanya, diberkati usahanya dan doanya terkabul, Amin.
Berikut saya ingin membagikan sedikit informasi seputar obat-obatan karena banyak teman-teman yang sering konsultasi kalau mereka membatalkan puasa hanya karena harus mengkonsumsi obat.  Penyakit memang terkadang gak kenal waktu artinya bisa menyerang kapan saja, termasuk saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Nah, untuk teman-teman yang mau berpuasa terganggu donk puasanya jika harus mengkonsumsi obat. Karena di satu sisi harus menjalankan ibadah puasa, disisi lain harus minum obat, entah itu untuk mengobat penyakit, menjaga kesehatan, atau mencegah penyakit. Seperti yang kita ketahui bersam, obat bisa memberikan khasiat apabila kadarnya stabil dalam darah. Untuk mencapai kadar stabil dalam darah, penggunaan obat harus disesuaikan dengan sifat fisika kimia obat masing – masing.
Puasa sambil minum obat? Apa bisa…? Batal donk puasanya…?? Ini yang sering dikatakan pasien ketika selesai menerima obat dari petugas apotik. Jika pada hari – hari biasa kita memiliki waktu 24 jam untuk meminum obat, berbeda halnya dengan di bulan puasa. Kita hanya memiliki waktu kurang lebih 10 -11 jam (dari saat berbuka hingga waktu imsyak/subuh). Sehingga harus diatur sedemikian rupa agar obat yang diminum tetap efektif dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Supaya tidak ragu-ragu minum obat saat puasa pertama kita harus kenali dulu aturan minum obat yang benar.
Penting untuk diketahui teman – teman, tidak semua obat bisa membatalkan puasa karena menurut keputusan bersama para ahli agama dan kesehatan yang dibuat di Maroko pada tahun 1997, jalur pemberian obat yang tidak membatalkan puasa adalah:
1.    Obat semprot hidung, tetes hidung dan inhaler.
2.    Pembersih vagina, ovula, suppositoria.
3.    Obat tetes untuk mata dan telinga.
4.    Semua macam obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, dll)
5.    Oksigen dan gas – gas anesthesia (obat bius)
6.    Penyuntikan melalui kulit, otot, sendi, atau vena (kecuali penyuntikan nutrisi parenteral)
7.    Penyegar mulut (spray ataupun cairan yang tidak ditelan).

Nah, berikut panduan minum obat untuk teman – teman yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
1.    Bila aturan minumnya 3 kali sehari
·         Setelah makan:
Minumlah obat makan berbuka puasa, sebelum tidur (setelah menyantap sedikit makanan) dan setelah makan sahur.
·         Sebelum makan:
Minumlah obat setelah minum berbuka puasa lalu setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Lalu saat hendak tidur (kira – kira jam 10 malam) tapi perut jangan diisi makanan setengah jam sebelumnya. Penggunaan berikutnya minimal setengah jam sebelum makan sahur.
·         Untuk pasien yang mendapatkan obat yang aturan minumnya 3-4 kali sehari disarankan untuk minta kepada dokternya untuk meresapkan obat bentuk sediaan lepas lambat atau aksi panjang sehingga frekuensi pemakaian bisa dikurangi menjadi sekali atau 2 kali sehari. Cara lain juga bisa dengan minta diganti dengan obat lain yang masih memiliki efek dan mekanisme sama tetapi memiliki durasi aksi yang lebih panjang. Misalnya captopril 2-3 kali sehari bisa diganti dengan Lisinopril 1 kali sehari. Jika tidak bisa diganti maka penggunaannya adalah dari waktu buka puasa hingga sahur yang sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama. Misalnya: 3 kali sehari (I: buka puasa 18.00, II: menjelang tengah malam 23.00, III: sahur 04.00) dan 4 kali sehari (I: 18.00, II: 22.00, III: 01.00, IV: 04.00).

2.    Bila aturan minumnya 2 kali sehari
·         Setelah makan:
Minumlah obat setelah makan berbuka puasa dan setelah sahur.
·         Sebelum makan:
Minumlah obat setelah minum berbuka puasa. Setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Minum obat berikutnya minimal setengah jam sebelum makan sahur.
3.    Bila aturan minumnya 1 kali sehari
·         Setelah makan
Teman – teman bebas memilih setelah buka puasa atau saat sahur yang penting tetap konsisten artinya jika diminum setelah berbuka puasa dilanjutkan seterusnya setelah berbuka puasa.
·         Sebelum makan
Teman – teman bebas memilih setelah minum buka puasa (setengah sebelum makan berat) atau setengah jam sebelum sahur.
Nah berikut beberapa informasi obat yang perlu teman – teman ketahui:
1.    Obat penurun kolestrol
Obat penurun kolestrol (simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin) paling baik diminum pada pukul 7- 9 malam atau saat menjelang tidur malam karena memberikan efek lebih baik.
2.    Obat maag
Jika dokter telah meresepkan obat yang hanya digunakan sekali dalam sehari, misalnya omeprazole atau lansoprazole, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang lazim diberikan 2 kali sehari, misalnya ranitidine dan famotidine, maka hendaknya dipilih saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan.
3.    Obat antihipertensi
Obat antihipertensi sekarang banyak diformulasikan untuk pemakaian sekali sehari. Jika dokter telah meresepkan obat antihipertensi seperti ini, lebih disarankan agar obat diminum saat makan sahur sehingga obat tersebut dapat mengendalikan tekanan darah saat beraktivitas di siang hari. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9 – 11 pagi dan paling rendah pada malam hari sebelum tidur. Oleh karena itu, sebaikya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati – hati jika obat antihipertensi diminum pada malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.
4.    Obat antidiabetes
Obat antidiabetes yang hanya cukup diminum 1 kali dalam sehari, misalnya glipizid sebaiknya diminum pada saat berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula dalam darah karena pada saat tersebut ada kecendrungan kadar gula dalam darah akan meningkat berlebihan. Namun, apabila obat antidiabetes teman – teman diresepkan 2 kali dalam sehari, lebih disarankan untuk diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. Hindari penggunaan obat – obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia saat berpuasa disiang hari.
5.    Obat antiasma
Sebenarnya waktu yang baik untuk minum obat antiasma adalah pada pukul 3 – 4 sore. Hal ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu jika steroid dihirup sore hari diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya. Obat yang penggunaannya dengan cara dihirup boleh digunakan oleh orang yang sedang berpuasa dan tidak membatalkan puasa.
6.    Obat dengan indeks terapetik sempit dan Antibiotik
Obat dengan indeks terapi sempit seperti theophyllin, digoxin, phenytoin dan beberapa antibiotic sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter penulis resep. Jika dokter memberikan obat dengan pemakaian 3 atau 4 kali sehari, tanyakan apakah ada alternatife obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari.
7.    Obat anemia
Waktu yang paling baik untuk meminum obat anemia adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.
8.    Pasien CKD
Ketika berbuka, hindari makanan tinggi potassium dan fosfor (mis: kurma, apricot, makanan yang digoreng, kacang-kacangan, keju, softdrink, the, kopi). Selain itu, dianjurkan minum air 1 – 2,5 liter untuk rehidrasi, namun hindari minum air berlebihan karena akan menyebabkan ketidakseimbangan dan kelebihan cairan.
Demikian informasi yang dapat saya bagikan untuk teman – teman yang sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan dan pada saat bersamaan harus mengkonsumsi obat. semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat dan teman – teman lancar puasanya. Sekali lagi, tanyakan pada Dokter atau Apoteker anda untuk memastikan penggunaan obat anda secara benar. Obat yang digunakan secara benar akan meningkatkan kinerja obat dan efisiensinya.
Semoga……!!



Pustaka:
5.      Kapan Minum Obat Jika Sedang Puasa, Unit Layanan Informasi Obat dan Makanan Universitas Airlangga, http://food-drugs-info.blogspot.com, diakses tanggal 30 Juni 2010
6. Kapan Waktu Minum Obat yang Tepat?, Zullies Ikawati, http://zulliesikawati.wordpress.com, diakses tanggal 30 Juni 2010
7.      Menggunakan Obat ketika Puasa, Azril Kimin, http://apotekputer.com, diakses tanggal 30 Juni 2010
8.      https://gulangguling.com/2016/06/10/cara-mengatur-waktu-minum-obat-pada-saat-puasa/

Penggolongan Obat Halo teman-teman,  Berbicara mengenai Penggolongan Obat mungkin sudah tak asing lagi. Mulai dari Golongan Obat B...